SOSOK
MENYIBAK KERJA OTAK
oleh Adhitya Ramadhan
Kemampuan otak untuk
mengidentifikasi lokasi,
memetakan, dan menavigasi
mungkin bagi orang awam
terlihat sebagai sesuatu
yang alamiah, wajar,
dan tidak perlu penjelasan
yang rumit. Namun,
tidak dengan tiga ilmuwan
neurosains, John O’Keefe,
Edvard Moser, dan
May-Britt Moser.
Mereka
berhasil mencari
jawabannya secara ilmiah.
Untuk temuan neurosains
berharga itulah mereka dianugerahi
Hadiah Nobel Kedokteran 2014.
![]() | |||||
| (Sumber:http://rumahpengetahuan.web.id/okeefe-edvard-dan-may-britt-moser-menyibak-kerja-otak/) |
- Lahir: New York City, Amerika Serikat, 1939
- Kewarganegaraan: Amerika Serikat dan Inggris
- Pendidikan: Mendalami psikologi fisiologis di McGill University, Kanada,1967
- Pekerjaan: Direktur Neural Circuits and Behaviour, The Sainsbury Wellcome Centre, University College London
- Penghargaan: Kavli Prize dalam bidang neurosains dari Kavli Foudation, Norwegia, Juni 2014
- Lahir: Fosnavag, Norwegia, 1963
- Kewarganegaraan: Norwegia
- Pendidikan: PhD dalam bidang neurofisiologi dari University of Oslo, Norwegia, 1995
- Pekerjaan: Direktur The Centre for Neural Computation, Trondheim, Norwegia
- Lahir: Alesund, Norwegia,1962
- Kewarganegaraan: Norwegia
- Pendidikan: PhD dalam bidang neurofisiologi dari University of Oslo, Norwegia, 1995
- Pekerjaan: Direktur Kavli Institute for Systems Neuroscience, Trondheim, Norwegia
Sinopsis
Sebuah gabungan temuan dari John O'Keefe serta pasangan suami istri Edvard dan May-Britt Moser telah mengungkapkan sistem kerja sel dalam otak yang mirip seperti Global positioning system atau GPS. Informasi detail terkait dengan lokasi dan lingkungan tempat kita berada akan disimpan.
Sistem dalam temuan tersebut menghasilkan sebuah pengingatan otak manusia akan mengolahnya sehingga seseorang dapat mengingat kembali lokasi yang pernah dia datangi atau menavigasi jalan mana untuk menuju ke satu lokasi tersebut.
Dari hasil temuan mereka tersebut telah membuka jalan baru untuk memahami proses kognitif lain, seperti memori, pemikiran, dan perencanaan. oleh karena itu hasil temuan mereka bertiga tersebut menjadi pijakan awal bagi riset penyakit turunan fungsi kognitif selanjutnya, seperti alzheimer.
John O'Keefe
John O'Keefe sangat terkesan kepada cara otak manusia mengontrol perilaku dan keputusan. "Jika kita mengetahui bagaimana otak seseorang bekerja, kita juga memiliki peluang untuk mengatasi penyakitnya" kata O'Keefe.
"Selama mencari jawaban atas keingintahuan saya tentang cara otak manusia bekerja, saya melakukannya dengan riang dan sepenuh hati. saya senang setiap bangun pagi dan bisa bekerja sehingga seharian penuh" ujar O'Keefe. Pada akhir 1960-an, dia melakukan penelitian dengan menggunakan metode neurofisiologi untuk menjawab keingintahuan tersebut, dia merekam sinyal otak dari bagian hippocampus pada tikus.
Hasilnya, pada 1971, di London, O'keefe menemukan sel yang mampu mengidentifikasi lokasi. Sel tertentu pada hippocampus akan aktif ditempat tertentu. Sementara sel lain akan aktif di tempat yang berbeda. Sel ini kemudian akan menciptakan peta lokasi dalam otak manusia.
Setelah penemuannya itu, O'Keefe mendapatkan kewarganegaraan Inggris. Dia lahir di Harlem dan dibesarkan di selatan Bronx, New York City, Amerika Serikat.
O'Keefe yang memiliki dua kewarganegaraan, yaitu Inggris dan Amerika Serikat, lahir pada 1939. setelah meraih gelar doktoralnya dari McGill University pada 1967, dia memutuskan pindah ke Inggris dan bergabung dengan University College London.
Dia Kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Neurosains Kognitif pada 1987. Sekarang O'Keefe menjabat sebagai direktur Neural Circuits and Behaviour, The Sainsbury Wellcome Centre, University College London.
Edvard Moser dan May-Britt Moser
Hasil temuan John O'Keefe ternyata merupakan salah satu komponen dari sistem pemosisian dalam otak manusia. Beberapa dekade kemudian, pada 2005, pasangan suami istri Edvard Moser dan May-Britt Moser menemukan sel saraf lain dalam bagian korteks entorhinal pada tikus yang berperan dalam pembentukan GPS dalam otak.
Sel tersebut mampu menghasilkan sistem koordinat yang persis dalam menentukan posisi dan navigasi. Hasil temuan merek tersebut mampu melengkapi apa yang sudah ditemukan oleh John O'Keefe beberapa dekade sebelumnya.
Penelitian termutakhir dengan memakai teknik pencitraan otak manusia, seperti halnya riset pada pasien yang menjalani bedah saraf, telah menunjukkan bukti bahwa sel lokasi dan sel jaringan juga terdapat pada manusia.
Pada pasien dengan penyakit alzheimer, hippocampus dan korteks entorhinal mereka sering kali pengaruh pada stadium awal. Pasien kemudian menjadi kehilangan orientasi dan tidak dapat mengenali lingkungan sekitar.
Edvard Moser dan May-Britt Moser belajar psikologi bersama di University of Oslo, Norwegia. Setelah itu, mereka menjadi mahasiswa post doctoral di University of Edinburgh, Inggris.
Mereka berdua juga menjadi ilmuan tamu pada laboratorium University College London, tempat John O'Keefe bekerja.
Pada 1996, Edvard Moser dan May-Britt Moser mengajar di Norwegian University of Science and Technology(NUST). Pada tahun yang sama, May-Britt Moser dikukuhkan sebagai guru besar Neourosains di NUST.
Sementara suaminya, Edvard Moser, baru dikukuhkan menjadi guru besar pada 1998, juga di NUST.
Amelia Oktaviany - 1801446746
Fakultas Psikologi, Binusian 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar